Cerita Bahasa Inggris ~ Danau Toba merupakan salah satu objek wisata unggulan di daerah Sumatra Utara dan juga menjadi salah satu objek wisata kebanggaan Indonesia. Danau Toba juga dinobatkan sebagai danau terbesar di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara. Ada sebuah cerita rakyat yang berkembang di daerah objek wisata tersebut. Cerita yang sudah amat sangat populer di Indonesia tentang asal mula munculnya Danau Toba tersebut. 

Nah Pada kesempatan kali ini, Media Belajar Bahasa Inggris akan mencoba menghadirkan sebuah cerita rakyat berbahasa Inggris tentang Danau Toba dengan tentunya disertakan pula terjemahannya. Semoga bermanfaat. Check this out!!!

Cerita Bahasa Inggris Danau Toba, Cerita Rakyat Bahasa Inggris Danau Toba, Cerita Danau Toba Bahasa Inggris. | www.belajarbahasainggris.us


Toba Lake

Once upon time, there was a poor fisherman who lived in the small village in North Sumatera. He lived alone, his parents had been long gone and he had not married yet. Every day, he went to the river in his village to fish. It was the only job he had. One morning, as usual after he locked his hut, the fisherman went to the river to fish. That day, he only caught one fish, a big beautiful fish. He then put the fish into the bucket full of water and was ready to go home.

Feeling hungry, when he arrived at home, he prepared seasonings to cook the fish for his lunch. However, when he held the fish and looked at its eyes, he felt pity. He could not kill the fish. The fish was too beautiful to be his lunch. So he decided to put back it into the bucket. 

In the next day, as usual he went to fish again. But this time, he did not catch any fish. He went home with empty-handed. Remembered the fish he caught the previous day, he planned to cook it. However, when he wanted to take it, the fish was not there in the bucket. Instead, he found a beautiful girl sitting in his kitchen.  

“Who are you?” asked the fisherman.
“I was the fish” replied the girl.
“What do you mean?” asked the fisherman confuse.
“I was the fish you catch. You are so kind; you did not kill me yesterday. For that I am very thank full. To return your kindness, I will help you to do anything.” explained the girl.
“Well, I lived alone. I don’t have any family. If you want to be my wife, I will be very happy” asked the fisherman.
“Ok, but you have to promise to me. If we have children someday, don’t tell them about my origin. If you tell them, the very bad thing will happen.” said the girl.

The fisherman and the girl then married. And after a year, they had a baby boy named Samo. As any other children, Samo spent almost his day playing with friends. He played a lot and never helped his mother at home nor his father at the river. One day, Samo was asked to deliver a lunch to his father. But on the way to his father, he met his friends and decided to play with them. Samo forgot about delivering the lunch to his father. More ever, he ate it after playing tiredly. Meanwhile Samo’s father was waiting of his son bringing his lunch.  Tired and hungry after fishing all day, Samo’s father decided to go home. However, on the way to home he saw Samo.

“Samo, where have you been? You supposed to be deliver a lunch to me” asked his father.
“Mmmm… I am sorry, Dad. I forget. I have already eaten it with my friends” replied Samo.
“What!!! You eat it?? I go to work early in the morning and come back lately everyday so your and your mother’s needs are fulfilled. DO YOU EVEN KNOW THAT???” said Samo’s father angrily.
“But I am hungry, dad” replied Samo.
“Do you think I am not hungry too? You, DAMN SON OF A FISH, don’t you ever come home!!” Samo’s father was mad.

The Samo’s father anger took control of himself. He then realized that he had done something wrong. He should not say like that thing to Samo. He had broken his promise to Samo’s mother. Hearing what his father said to him, Samo cried and run back home to his mother. Samo told everything to her. Samo’s mother was sad that her husband had broken his promise. Suddenly, the sky was getting darker and rain fallen down.  The rain was very heavy. It made the river overflow. Flood could not be stopped. Within an hour, the village sank slowly. Before the village completely drowned, Samo was asked to run up to hill by his mother. Meanwhile, his mother turned herself back into a fish.

The flood made the village disappear. Samo’s father and all the villagers were drowning and death. It was only Samo who was safe. He made it into the top of the hill just in time before the flood sank the village. The legend said that the sinking village became a lake which is known today as ‘Toba Lake’ and the hill where Samo stayed became an island which is known as ‘Samosir Island’.

Moral of the story: Never let your anger take control of you. If it does, very bad things will follow.

Terjemahan:

Danau Toba

Suatu ketika, tersebutlah seorang nelayan miskin yang tinggal di sebuah desa kecil di Sumatera Utara. Dia tinggal sendiri, orang tuanya sudah lama tiada dan dia juga belum menikah. Setiap hari, dia pergi ke sungai di desanya untuk memancing. Memancing adalah satu-satunya pekerjaanya. Suatu pagi, seperti biasa setelah dia mengunci gubuknya, si nelayan tersebut pergi ke sungai untuk memancing. Hari itu, dia hanya memperoleh satu ikan, ikan yang besar dan cantik. Dia kemudian menaruh ikan tersebut ke dalam ember yang penuh dengan air dan bersiap untuk pulang ke rumah.

Merasa lapar, ketika dia tiba di rumah, dia menyiapkan beberapa bumbu untuk memasak ikan tersebut untuk dijadikan makan siangnya. Akan tetapi, ketika dia memegang ikan tersebut dan memandang matanya, dia merasa kasihan. Dia tidak dapat membunuh ikan tersebut. Ikan itu terlalu cantik untuk dijadikan makan siangnya. Oleh karenanya, dia memutuskan untuk menaruhnya kembali ke dalam ember.

Di keesokan harinya, seperti biasa dia pergi memancing lagi. Tetapi kali ini, dia tidak memperolah satu ekor ikan pun. Dia pun kembali ke rumah dengan tangan kosong. Ingat akan ikan yang dia tangkap kemarin, dia berencana untuk memasaknya. Akan tetapi, ketika dia ingin mengambil ikan tersebut, ikan tersebut tidak ada di ember. Malahan, dia menemukan seorang gadis cantik duduk di dapurnya.

"Siapa kau?" tanya nelayan itu.
"Saya adalah ikan itu" jawab gadis tersebut.
"Apa maksud mu? tanya nelayan itu bingung.
"Saya adalah ikan yang kamu tangkap. Kamu begitu baik; kamu tidak membunuh ku kemarin. Untuk itu saya sangat berterima kasih. Untuk membalas kebaikan mu, saya akan menolong mu untuk melakukan apapun" gadis itu menjelaskan.
"Saya tinggal sendiri. Saya tidak memiliki keluarga. Jika kamu ingin menjadi istri ku, saya akan merasa sangat senang" tanya si nelayan itu.
"Baiklah, tetapi kamu haru berjanji pada ku. Jika kita memiliki anak kelak, jangan beritahu mereka tentang asal-usul ku. Jika kau memberitahu mereka, sesuatu yang sangat buruk akan terjadi" kata si gadis itu.

Si nelayan dan si gadis itu pun kemudian menikah. Dan setelah satu tahun, mereka dikaruniahi seorang bayi laki-laki yang diberi nama Samo. Seperti anak lainnya, Samo menghabiskan hampir seluruh harinya bermain dengan teman-temannya. Dia terlalu banyak main sehingga tidak pernah menolong ibunya di rumah atau ayahnya di sungai. Suatu hari, Samo diperintahkan untuk mengantarkan makan siang ke ayahnya. Akan tetapi di jalan ke tempat ayahnya, dia bertemu dengan teman-temannya dan memutuskan untuk bermain dengan mereka. Samo lupa tentang makan siang yang harus di antar ke ayahnya. Malahan, dia memakan makan siang tersebut setelah lelah bermain. Sementara itu, ayah Samo menunggu anaknya yang sedang membawakan makan siangnya. Merasa lelah dan lapar setelah memancing seharian, ayah Samo memutuskan untuk pulang. Akan tetapi, di jalan pulang dia bertemu dengan Samo.

Samo, dari mana saja kau? Kamu harusnya mengantarkan makan siang untuk ayah" tanya ayahnya.
"Mmmm.. maafkan saya, ayah. Saya lupa. Saya telah memakanya dengan teman-teman" jawab Samo.
"Apa!!! Kamu memakannya?? Ayah berangkat bekerja pagi-pagi dan pulang larut setiap hari agar kebutuhan kamu dan ibu kamu terpenuhi. APAKAH KAMU TAHU ITU?? kata ayah Samo dengan marah.
"Tetapi saya lapar, ayah" jawab Samo.
"Apa kamu pikir saya tidak lapar juga? Dasar kamu ANAK IKAN, jangan pernah pulang lagi kermuah!!" ayah Samo murka.

Amarah ayah Samo mengambil alih dirinya. Dia kemudian menyadari bahwa dia telah melakukan sesuatu yang salah. Dia seharinya tidak mengatakan hal itu pada Samo. Dia telah melanggar janjinya kepada Ibunya Samo. Mendengar apa yang Ayahnya katakan padanya, Samo menangis dan berlari ke rumah kepada ibunya. Samo menceritakan semuanya. Ibunya Samo sangat sedih mendengar bahwa suaminya telah melanggar janjinya. Tiba-tiba, langit mendadak gelap dan hujan pun turun. Hujannya sangat lebah sehingga membuat sungai di desa meluap. Banjir pun tidak bisa dihentikan. Dalam satu jam, desa tersebut tenggelam perlahan. Sebelum desa itu sepenuhnya tenggelam, Samo diminta untuk lari ke puncak bukit oleh ibunya. Sementara itu, ibunya merubah dirinya sendiri menjadi ikan kembali.

Banjir itu membuat desa menghilang. Ayah Samo dan semua warga desa tenggelam dan meninggal. Hanya Samo saja lah yang selamat. Dia berhasil sampai ke puncak bukit tepat waktu sebelum banjir menenggelamkan desa. Legenda mengatakan bawah desa yang tenggelam tersebut kemudian menjadi sebuah danau yang sekarang terkenal dengan nama 'Danau Toba' dan bukit dimana Samo tinggal berubah menjadi sebuah pulau yang dikenal dengan nama 'Pulau Samosir'.

Moral cerita: Jangan pernah biarkan amarah mu mengambil alih diri mu. Jika itu terjadi, hal yang sangat buruk akan mengikuti.

Semoga cerita rakyat berbahasa Inggris di atas tentang Danau Toba bisa menjadi media belajar bahasa Inggris yang menyenangkan untuk sobat sekalian dan tentunya bermanfaat. Apabila ada suatu kesalahan baik berupa penulisan maupun isi, mohon kiranya kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan bersama. Jangan lupa like dan share juga ya sobat. Terima kasih.. ^^English is Fun^^

Lihat juga Cerita Rakyat Bahasa Inggris lainnya, di sini.

0 comments:

Poskan Komentar